Penyebab Kanker Serviks yang Perlu Diketahui
Kanker serviks masih menjadi salah satu penyakit yang menakutkan, terutama bagi perempuan. Dari berbagai jenis kanker, beberapa di antaranya lebih sering menyerang perempuan. Salah satunya adalah kanker serviks. Menurut data dari World Health Organization (WHO), kanker serviks merupakan salah satu kanker yang paling umum menyerang perempuan, dengan kasus terbanyak terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Pada tahun 2022 lalu, terdapat sekitar 660 ribu kasus baru kanker serviks di seluruh dunia. Meski terdengar menakutkan, kanker serviks sebenarnya bisa disembuhkan jika pengobatannya dilakukan sejak dini. Namun, bagaimana cara mengetahui apakah seseorang menderita kanker serviks atau tidak? Apa saja ciri-ciri yang bisa mengindikasikan adanya kanker serviks?
Penyebab Utama Kanker Serviks
Hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi virus HPV. Serviks adalah saluran berbentuk silinder berongga yang menghubungkan bagian bawah rahim dengan vagina. Kanker serviks terjadi ketika sel-sel pada lapisan serviks tumbuh secara tidak normal. Menurut Healthline, meskipun penyebab pasti kanker serviks belum diketahui secara pasti, penelitian menunjukkan bahwa infeksi persisten dengan beberapa jenis virus Human papillomavirus (HPV) menjadi pemicu utama pada sebagian besar kasus kanker serviks.
Human papillomavirus (HPV) sendiri merupakan virus yang menyebar melalui sentuhan, biasanya terjadi selama hubungan seksual. Virus ini cukup umum menyerang manusia, di mana lebih dari 85 persen populasi pernah terinfeksi. Kabar baiknya, tidak semua virus HPV berkembang menjadi kanker serviks. Dari ratusan lebih jenis virus HPV yang ditemukan, hanya 13 jenis yang diketahui dapat memicu terjadinya kanker.
Kelompok Berisiko Tinggi Terkena Kanker Serviks
Orang yang terinfeksi virus human papillomavirus (HPV) merupakan kelompok yang paling berisiko terkena kanker serviks. Namun, bukan berarti kelompok lain aman. Menurut Medical News Today, selain mereka yang terinfeksi virus HPV, orang yang pernah mengalami transplantasi, mengonsumsi obat-obatan imunosupresif, dan penderita HIV juga memiliki risiko tinggi terkena kanker serviks.
Ini karena pasien HIV memiliki sistem kekebalan yang lemah sehingga tubuh mereka hampir tidak memiliki kemampuan untuk melawan virus maupun bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Perempuan yang menderita HIV bahkan memiliki risiko 6 kali lipat lebih besar terkena kanker serviks dibandingkan dengan orang lain. Selain pasien HIV, kelompok lain yang memiliki risiko tinggi adalah para perokok, mereka yang aktif secara seksual di usia muda, memiliki banyak pasangan, menderita penyakit menular seksual, dan mengonsumsi pil KB.

Ciri-Ciri Kanker Serviks
Kanker serviks sebetulnya bisa disembuhkan asalkan pengobatannya dilakukan sejak stadium awal. Sayangnya, perubahan pra kanker pada sel kanker serviks jarang menimbulkan gejala dan satu-satunya cara untuk mengetahui mutasi sel kanker ini adalah dengan melakukan tes skrining serviks. Menurut Mayo Clinic, biasanya ciri-ciri atau gejala kanker serviks baru muncul setelah sel kanker berkembang. Gejalanya sendiri meliputi:
- Pendarahan yang tidak biasa di antara periode menstruasi, setelah menopause, atau setelah melakukan hubungan seksual.
- Frekuensi keputihan yang meningkat disertai bau tidak sedap.
- Nyeri secara terus-menerus di bagian punggung, kaki, atau panggul.
- Penurunan berat badan, kehilangan nafsu makan, dan kelelahan.
- Ketidaknyamanan pada vagina.
- Pembengkakan pada kaki.
Satu yang perlu diingat, gejala-gejala di atas sebetulnya gejala umum yang bisa disebabkan oleh kondisi lain. Meski begitu, jika kamu mengalaminya, pemeriksaan dan melakukan tes skrining serviks tetap perlu dilakukan untuk mengetahui penyebabnya.

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











