Tim-tim Underdog yang Siap Mengancam Eropa di Piala Dunia 2026
Di Piala Dunia 2026, deretan negara yang dulu dianggap sebagai underdog kini menunjukkan potensi besar untuk menjadi pengusik serius bagi tim-tim besar Eropa. Negara-negara seperti Maroko, Korea Selatan, Jepang, Senegal, dan Ekuador memiliki catatan impresif dalam pertandingan melawan wakil-wakil UEFA. Mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu meraih kemenangan penting dalam ajang sekelas Piala Dunia maupun laga uji coba melawan tim nasional dari Eropa dan Amerika.
Hasil ini menjadi bukti bahwa menghadapi Eropa bukan lagi momok seperti dulu. Dengan komposisi skuad yang semakin merata dan banyak pemain yang berkarier di liga top dunia, jarak kualitas antara tim non-Eropa dengan tim besar Eropa semakin menipis. Berikut adalah ulasan tentang lima negara tersebut:
Maroko: Simbol Kebangkitan Non-Eropa
Maroko menjadi simbol kebangkitan non-Eropa setelah mencatatkan rangkaian kemenangan sensasional atas Portugal, Spanyol, dan Belgia pada Piala Dunia 2022. Mereka menaklukkan Portugal 1–0 di perempat final, sebelumnya menyingkirkan Spanyol lewat adu penalti, serta menundukkan Belgia 2–0 di fase grup. Catatan itu dilengkapi kemenangan atas Kanada dan Georgia yang memperlihatkan konsistensi menghadapi gaya main berbeda-beda dari Eropa.
Rekor Kemenangan Maroko Lawan Tim Eropa & Amerika:
* 10 Des 2022: Musim 2022, Perempat Final, Piala Dunia 2022, laga home melawan Portugal, hasil 1-0 menang.
* 6 Des 2022: Musim 2022, Tahap 16 Besar, Piala Dunia 2022, laga home melawan Spanyol, hasil 3-0 penalti.
* 1 Des 2022: Musim 2022, Grup F, Piala Dunia 2022, laga away melawan Kanada, hasil 1-2 menang.
* 27 Nov 2022: Musim 2022, Grup F, Piala Dunia 2022, laga away melawan Belgia, hasil 0-2 menang.
* 17 Nov 2022: Musim 22/23, Friendlies, laga home melawan Georgia, hasil 3-0 menang.
Korea Selatan: Pembunuh Raksasa Eropa
Korea Selatan mengukuhkan diri sebagai pembunuh raksasa Eropa ketika menumbangkan Portugal 2–1 di fase grup Piala Dunia 2022 melalui masa tambahan waktu. Dalam sejarah modern, mereka juga pernah mengalahkan tim Eropa seperti Jerman 2–0 di Piala Dunia 2018. Reputasi sebagai tim pekerja keras dengan daya juang tinggi semakin melekat.
Rekor Kemenangan Korea Selatan Lawan Tim Elite:
* 14 Nov 2025: Musim 25/26, Friendlies, laga home melawan Bolivia, hasil 2-0 menang.
* 2 Des 2022: Musim 2022, Grup H, Piala Dunia 2022, laga home melawan Portugal, hasil 2-1 menang.
* 21 Jan 2022: Musim 21/22, Friendlies, laga home melawan Moldova, hasil 4-0 menang.
* 15 Jan 2022: Musim 21/22, Friendlies, laga away melawan Islandia, hasil 1-5 menang.
* 13 Jun 2021: Musim 19/20, Grup 8, WC Qualifiers Asia, laga home melawan Lebanon, hasil 2-1 menang.
Jepang: Keberhasilan Teknis dan Organisasi
Jepang berkali-kali membuktikan bahwa mereka bisa menjinakkan negara besar Eropa dan Amerika melalui pendekatan teknis dan organisasi permainan yang rapi. Pada Piala Dunia 2022, mereka menaklukkan Jerman 2–1 setelah sempat tertinggal lebih dulu. Hal ini menegaskan kemampuan Samurai Biru membalikkan keadaan lewat pressing dan transisi cepat.
Rekor Kemenangan Jepang Melawan Raksasa Eropa & Amerika:
* 18 Nov 2025: Musim 25/26, Friendlies, laga home melawan Bolivia, hasil 3-0 menang.
* 9 Sep 2023: Musim 23/24, Friendlies, laga away melawan Jerman, hasil 1-4 menang.
* 23 Nov 2022: Musim 2022, Grup E, Piala Dunia 2022, laga away melawan Jerman, hasil 1-2 menang.
* 11 Jun 2021: Musim 20/21, Friendlies, laga home melawan Serbia, hasil 1-0 menang.
Senegal: Tradisi Kemenangan Melawan Eropa
Senegal membawa sejarah panjang keberhasilan melawan tim Eropa sejak kejutan di Piala Dunia 2002 ketika menyingkirkan Swedia 2–1 di babak 16 besar. Mereka melanjutkan tradisi tersebut dengan kemenangan atas Polandia 2–1 di Piala Dunia 2018 yang menjadi kemenangan Afrika pertama di edisi turnamen tersebut. Dalam laga uji coba terbaru, Senegal juga mampu menaklukkan Inggris 3–1 dalam laga persahabatan pada musim 2024/2025 lalu.
Rekor Kemenangan Senegal Melawan Raksasa Eropa & Amerika:
* 10 Jun 2025: Musim 24/25, Friendlies, laga away melawan Inggris, hasil 1-3 menang.
* 24 Sep 2022: Musim 22/23, Friendlies, laga away melawan Bolivia, hasil 0-2 menang.
* 19 Jun 2018: Musim 2018, Grup H, Piala Dunia 2018, laga away melawan Polandia, hasil 1-2 menang.
* 1 Mar 2006: Musim 05/06, Friendlies, laga home melawan Norwegia, hasil 2-1 menang.
* 16 Jun 2002: Musim 2002, Tahap 16 Besar, Piala Dunia 2002, laga away melawan Swedia, hasil 1-2 n.G.G.
Ekuador: Dominasi di Zona Amerika Selatan
Ekuador menunjukkan dominasi meyakinkan atas Bolivia dalam beberapa musim terakhir, terutama di ajang Kualifikasi Piala Dunia zona Amerika Selatan. Pada laga kandang 15 November 2024, mereka menang telak 4–0 dan sukses mencuri kemenangan 2–1 pada 12 Oktober 2023 di kualifikasi Asia. Tren positif ini dilengkapi kemenangan 1–0 pada laga uji coba 18 Juni 2023 dan kemenangan 3–0 di Kualifikasi Piala Dunia 2021, yang lagi-lagi menegaskan tajamnya lini serang Ekuador saat berjumpa Bolivia.
Rekor Kemenangan Ekuador di Kualifikasi Piala Dunia:
* 15 Nov 2024: Musim 23/24, Grup A, WC Qualifiers South Amerika, laga home melawan Bolivia, hasil 4-0 menang.
* 13 Okt 2023: Musim 23/24, Grup A, WC Qualifiers South Amerika, laga away melawan Bolivia, hasil 1-2 menang.
* 18 Jun 2023: Musim 22/23, Friendlies, laga home melawan Bolivia, hasil 1-0 menang.
* 12 Nov 2020: Musim 20/21, Grup A, WC Qualifiers South Amerika, laga away melawan Bolivia, hasil 2-3 menang.
* 8 Okt 2021: Musim 21/22, Grup A, WC Qualifiers South Amerika, laga home melawan Bolivia, hasil 3-0 menang.
Melihat rekam jejak lima negara ini, jelas bahwa label underdog tidak lagi identik dengan tim yang hanya datang untuk meramaikan turnamen. Maroko, Korea Selatan, Jepang, Senegal, dan Ekuador sudah berkali-kali membuktikan bahwa mereka mampu mengalahkan wakil Eropa dan Amerika dalam pertandingan resmi maupun uji coba bergengsi. Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi panggung untuk mempertegas pergeseran kekuatan, ketika tim-tim non-Eropa tidak sekadar menahan imbang, tetapi mengirim pulang favorit juara.
Negara-negara besar Eropa tentu tetap diunggulkan, tetapi mereka kini dipaksa mempersiapkan diri lebih serius menghadapi lawan dari Afrika dan Asia–Amerika Selatan. Dalam konteks ini, deretan underdog tersebut layak ditempatkan sebagai ancaman strategis, bukan hanya cerita romantis dalam perjalanan Piala Dunia.











