"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Laga Ditunda 60 Menit, Persija Jakarta Comeback Kalahkan Persik Kediri 3-1

Persija Jakarta Berhasil Bangkit dari Keterpurukan

Persija Jakarta berhasil meraih kemenangan comeback saat menghadapi Persik Kediri. Sempat tertinggal 0-1 di babak pertama, Macan Kemayoran mampu membalikkan keadaan dan menang 3-1 pada Kamis (20/11) malam.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, dimulai dengan penampilan agresif dari Persija. Peluang pertama sudah didapat saat laga baru berjalan sepuluh menit. Tepatnya lewat Fabio Calonego yang melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Namun sepakannya masih bisa ditepis kiper Persik Leonardo Navacchio.

Persija terus mendominasi pertandingan. Serangan demi serangan coba dibangun, namun belum begitu mengancam. Peluang berbahaya baru didapat Macan Kemayoran lagi di menit ke-30. Kali ini Witan Sulaeman yang sayangnya mengenai pemain Persik Kediri dan berujung sepak pojok. Lima menit berselang giliran Eksel Runtukahu yang dapat peluang emas lewat sontekan di dalam kotak penalti. Tapi tendangannya masih melambung.

Asyik menyerang, Persija justru lengah jelang babak pertama berakhir. Macan Kemayoran terkena serangan balik cepat Persik Kediri yang berujung pelanggaran oleh Bruno Tubarao dan menghasilkan tendangan bebas. Dari jarak ideal, Ezra Walian selaku eksekutor melakukan tugasnya dengan baik. Sepakannya melesat ke sisi kanan gawang Carlos Eduardo dan tak mampu diantisipasi. Persija tertinggal 0-1.

Memasuki injury time, Persija makin intens dalam menyerang. Dua peluang diciptakan masing-masing lewat sontekan Eksel Runtukahu yang masih menyamping dan tendangan bebas Van Basty Sousa. Tapi tak ada gol yang tercipta. Persija pun tertinggal satu gol di babak pertama.

Hujan deras yang mengguyur Solo jelang babak pertama berakhir membuat genangan muncul di sejumlah titik lapangan Stadion Manahan. Curah hujannya pun makin tinggi saat jeda. Situasi ini membuat wasit menunda pertandingan 30 menit. Penundaan ini pun dilakukan dua kali karena panitia pelaksana pertandingan harus menyerok genangan agar rumput lapangan kembali seperti semula.

Pertandingan baru dimulai setelah laga ditunda selama 60 menit. Para pemain kedua tim melakukan pemanasan lagi jelang babak kedua dimulai.

Di babak kedua, tempo laga sedikit menurun. Terutama Persik Kediri yang tampak kehilangan sentuhan-sentuhannya di babak pertama. Persik Kediri semakin merana setelah di babak kedua dapat mimpi buruk. Macan Putih harus bermain dengan 10 pemain setelah Telmo Castanheira diganjar kartu kuning kedua di menit ke-49.

Situasi ini pun dimanfaatkan Macan Kemayoran dengan baik. Persija sukses mencetak gol penyama kedudukan lewat aksi Eksel Runtukahu pada menit ke-60. Gol Eksel Runtukahu itu seolah jadi pembuka keran gol Macan Kemayoran di laga ini. Sebab sebelas menit berlalu, Persija mampu membalikkan kedudukan jadi 2-1 berkat gol Maxwell Souza.

Pada menit ke-78, Persija menambah keunggulannya jadi 3-1 setelah Witan Sulaeman ikut mencatatkan namanya di papan skor. Macan Kemayoran semakin di atas angin karena mampu bangkit dari keterpurukan di babak pertama.

Setelah gol tersebut, Persija berusaha keras memperlebar keunggulan di menit tersisa. Sementara Persik Kediri beberapa kali coba mencetak gol pemangkas jarak. Tapi tak ada gol yang tercipta hingga laga berakhir.

Ini menjadi kali kedua secara beruntun Persija Jakarta mampu meraih kemenangan comeback alias bangkit dari ketertinggalan. Sebelumnya Macan Kemayoran melakukan hal serupa di laga terakhirnya kontra Arema FC dua pekan lalu.

Susunan Pemain

Persija Jakarta (4-2-1-3):
– Carlos Eduardo
– Bruno Tubarao, Rizky Ridho, Thales Lira, Alan Cardoso
– Van Basty Sousa, Fabio Calonego
– Witan Sulaeman
– Arlyansyah Abdulmanan, Maxwell Souza, Eksel Runtukahu

Pelatih: Mauricio Souza

Persik Kediri (4-3-3):
– Leonardo Navacchio
– Henhen Herdiana, Kiko, Lucas Gama, Yoga Adiyatama
– Imanol Garcia, Telmo Castanheira, Williams Lugo
– Ezra Walian, Yandi Sofyan, Jose Enrique

Pelatih: Ong Kim Swee

Dian Sasmita

Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *