"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Alasan Prabowo Berkunjung ke 26 Negara Sejak Jadi Presiden RI

Prabowo Subianto dan Strategi Hubungan Internasional untuk Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat

Presiden Republik Indonesia ke-8, Prabowo Subianto, menekankan pentingnya membangun hubungan internasional yang kuat sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi dan menciptakan lapangan kerja di dalam negeri. Dalam sebuah diskusi yang berlangsung di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ia menjelaskan bahwa kunjungan ke luar negeri tidak hanya sekadar kegiatan jalan-jalan, tetapi merupakan bagian dari strategi diplomasi yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan geoekonomi global.

Sejak dilantik sebagai Presiden pada Oktober 2024, Prabowo telah melakukan 32 kunjungan kenegaraan. Sampai Maret 2026, ia telah mengunjungi sebanyak 26 negara. Daftar negara tersebut antara lain China, Amerika Serikat (AS), Peru, Brasil, Inggris, Mesir, Malaysia, India, Turki, Qatar, Singapura, Rusia, Arab Saudi, Belgia, Prancis, Belarus, Jepang, Kanada, Uni Emirat Arab, Yordania, Brunei Darussalam, Thailand, Ceko, Pakistan, Swiss, dan Belanda.

Menjalin Hubungan dengan Berbagai Negara dan Organisasi Internasional

Dalam diskusi tersebut, Prabowo menyebutkan organisasi internasional yang diikuti oleh Indonesia, seperti ASEAN (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara), G20 (kelompok negara dengan perekonomian besar di dunia), serta OKI (Organisasi Kerja Sama Islam). Ia menegaskan bahwa sebagai warga dunia yang baik, Indonesia harus memenuhi undangan kerja sama atau partisipasi dalam organisasi tersebut.

“Kita harus punya hubungan baik dan banyak negara. Kita anggota ASEAN ya. ASEAN itu 10 negara, sekarang 11. Tapi kita juga apa? Kita anggota G20. Habis itu, kita apa lagi? Kita anggota OKI. Habis itu… kita ikut banyak G lah,” ujar Prabowo dalam tayangan Prabowo Menjawab (Part 2) yang diunggah di kanal YouTube Najwa Shihab.

Ia juga menyentil anggapan publik yang menyebut dirinya sering jalan-jalan. Menurutnya, intensitas kunjungan ke luar negeri adalah bagian dari upaya menjaga rakyat Indonesia dan menjaga lapangan kerja.

Kesepakatan Dagang dengan Kanada dan Uni Eropa

Selain itu, Prabowo menegaskan bahwa pemerintahnya telah melakukan lobi dan negosiasi dengan sejumlah pemimpin negara, yang berujung pada kesepakatan dagang yang memperlancar perdagangan Indonesia. Salah satu contohnya adalah kesepakatan tarif perdagangan 0 persen dengan Kanada untuk 5.441 produk Indonesia setelah Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Kanada (ICA-CEPA) resmi berlaku pada pertengahan 2026.

Selain itu, ia juga berhasil mencapai kesepakatan perundingan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU–CEPA) saat bertemu Presiden Dewan Eropa, António Costa, di Brussels, Belgia.

“Dengan adanya kesepakatan dagang ini, komoditas ekspor Indonesia akan memiliki pasar yang lebih luas,” ujar Prabowo.

Indonesia Harus Punya Posisi Tawar yang Kuat

Prabowo menekankan bahwa dalam negosiasi perdagangan, Indonesia harus memiliki hubungan yang baik dengan berbagai negara. Namun, ia juga menegaskan bahwa posisi tawar Indonesia harus tetap kuat agar tidak menjadi negara subordinat atau tergantung sepenuhnya pada mitra strategis.

“Jadi, dalam setiap hubungan memang harus ada posisi tawar, harus dari posisi kuat, begitu loh,” jelas Ketua Umum Partai Gerindra ini.

Ia menambahkan bahwa tujuan utama dari semua ini adalah untuk memperkuat ekonomi Indonesia dan menghindari tekanan dari negara-negara lain.

Kesimpulan

Melalui berbagai kunjungan ke luar negeri dan kesepakatan dagang, Prabowo Subianto menunjukkan komitmennya untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah persaingan geoekonomi global. Dengan menjalin hubungan yang baik dengan berbagai negara dan organisasi internasional, ia berharap dapat menciptakan kondisi yang lebih stabil bagi perekonomian dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Bayu Purnomo

Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *