"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Sopir Bus dan Krunya Rayakan Lebaran di Jalan dengan Rasa Syukur

Kehidupan Para Pekerja Transportasi Saat Lebaran

Momen Lebaran sering kali menjadi momen penuh kebahagiaan bagi banyak orang. Namun, bagi para pekerja transportasi seperti sopir bus dan petugas loket, Lebaran justru menjadi masa yang penuh tantangan. Mereka harus tetap berada di lapangan untuk memastikan perjalanan penumpang berjalan lancar.

Pengalaman Taufik: Petugas Loket yang Tak Bisa Mudik

Taufik adalah salah satu petugas loket bus di Terminal Kalideres. Ia sudah bekerja di sana selama puluhan tahun. Baginya, Lebaran adalah waktu yang sangat sibuk karena merupakan puncak dari arus mudik dan arus balik. “Selama arus mudik sampai arus balik itu kan masa lagi sibuk-sibuknya kita,” ujarnya.

Ia mengaku bahwa dirinya tidak bisa mudik tepat di hari Lebaran. “Saya baru bisa pulang kampung setelah Lebaran usai.” Tahun ini, ia akan menggunakan bus dari tempat kerjanya untuk kembali ke Martapura, OKU Timur, Sumatera Selatan. “Ya saya naik bus lah,” katanya.

Lebaran di Jalan: Cerita Andi

Andi adalah seorang sopir bus antar kota antar provinsi (AKAP) yang melayani rute ke Pulau Sumatera. Bagi Andi, Lebaran sering kali dihabiskan di perjalanan. “Tergantung, kalau bisa kejar waktu ya pulang. Kalau enggak, ya Lebaran di jalan.”

Kadang, ia bahkan merayakan Lebaran di tempat yang bukan kampung halamannya. “Kalau enggak ketemu jalurnya, ya Lebaran di kampung orang.” Meski begitu, ia tetap menjalankan tugas dengan profesional. “Yang penting harus fit karena ada kepuasan kalau bisa anterin penumpang selamat sampai ke kampung halamannya buat ngerayain Lebaran.”

Perbedaan Suasana Lebaran bagi Sopir Bus

Bagi para sopir bus, suasana Lebaran biasanya tidak sepenuhnya sama dengan keluarga yang sedang merayakan bersama. “Paling kalau ketemu ya kita video call aja ngucapin dari jauh,” ujarnya. Makan bersama atau menikmati hidangan khas Lebaran pun jarang terjadi saat bertugas.

Namun, meskipun harus mengorbankan momen bersama keluarga, mereka tetap menjalankan tugas dengan baik. Andi memastikan kondisi fisiknya selalu dalam keadaan prima agar keselamatan penumpang terjamin.

Cerita Tri Pujiono: Porter Stasiun yang Tetap Bekerja

Tri Pujiono (36) adalah seorang porter di Stasiun Surabaya Gubeng (SGU). Ia sudah bekerja di sana sejak 2007. “Saya sudah jadi porter di Stasiun Surabaya Gubeng sejak 2007, karena ibu dulu jualan makanan di sekitar stasiun. Terus nyoba daftar jadi porter,” ujarnya.

Tahun ini, Pujiono memilih untuk tidak mudik karena harus bekerja di tengah padatnya stasiun saat Lebaran. “Saya enggak libur pas hari H. Liburnya setelahnya dan tergantung arahan pimpinan Paguyuban Porter karena kondisional dan ada pembagian sistem kerja dengan porter lain.”

Meski tidak bisa merayakan Lebaran bersama keluarga, ia tetap menjalankan tugas dengan tanggung jawab. “Saya dan keluarga juga enggak keberatan. Orangtua tahu kalau stasiun memang lagi ramai kalau pas mudik gini.”

Aktivitas Sehari-hari sebagai Porter

Di momen arus mudik hingga balik Lebaran, Pujiono bisa melayani lebih dari 10 pelanggan setiap harinya. Pendapatannya mencapai ratusan ribu rupiah. “Tapi kadang ada yang terburu-buru enggak ngasih tip, kalau saya tidak apa-apa, saya niatkan membantu.”

Setelah mengantarkan penumpang dan membawa barang bawaannya, Pujiono harus buru-buru keluar dari kereta. “Saya pernah tiga kali ngikut kereta, dua kali ke Waru dan sekali ke Pasarturi.”

Ia juga harus meminta izin kepada petugas kereta dan kondektur di kereta lainnya untuk ikut kembali menuju Stasiun Surabaya Gubeng. “Jadi porter juga kita harus hafal semua jadwal kereta karena kita yang ngarahin penumpang, kadang orang juga tanya ke kita. Kalau setiap hari di sini juga akan hafal jadwal-jadwalnya,” pungkasnya.

Bayu Purnomo

Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *